Kopi bubuk adalah hasil penggilingan biji kopi yang telah melalui proses penyangraian hingga menjadi serbuk halus. Agar dapat dinikmati sebagai minuman, biji kopi harus melewati beberapa tahapan pengolahan terlebih dahulu sebelum akhirnya siap diseduh dan dinikmati.
Namun, tidak semua pecinta kopi memahami proses pembuatan kopi bubuk secara menyeluruh, mulai dari biji kopi mentah hingga menjadi kopi bubuk siap seduh. Jika Anda penasaran bagaimana proses tersebut dilakukan, simak penjelasan lengkapnya pada ulasan berikut ini!
Proses Pembuatan Kopi Bubuk
Dalam proses pembuatan kopi bubuk, bahan baku utama yang digunakan adalah biji kopi. Agar dapat menghasilkan kopi bubuk yang siap diseduh dan memiliki kualitas baik, biji kopi perlu melalui beberapa tahapan pengolahan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam proses produksi kopi bubuk.
1. Panen
Proses panen kopi dilakukan dengan metode petik pilih dan dilanjutkan dengan penyortiran buah. Buah kopi yang telah matang sempurna berwarna merah dipetik secara selektif dari pohon, sedangkan buah hijau yang ikut terpetik dipisahkan secara manual. Penyortiran ini bertujuan untuk memperoleh biji kopi berkualitas tinggi, terutama dalam hal cita rasa.
Penyortiran buah merah juga dapat dilakukan menggunakan bak berisi air. Buah kopi diaduk di dalam air sehingga buah yang padat akan tenggelam, sementara buah yang ringan akan mengapung di permukaan. Buah kopi yang mengapung umumnya tidak berisi penuh akibat serangan hama, sehingga harus dipisahkan dan diproses secara terpisah.
2. Pengupasan Kulit Buah
Setelah proses panen selesai, tahap berikutnya dalam pengolahan semi basah adalah pengupasan kulit buah kopi menggunakan mesin pengupas atau pulper. Pada proses ini, buah kopi dimasukkan ke dalam silinder mesin sambil dialiri air.
Aliran air berfungsi untuk melancarkan pergerakan buah kopi di dalam silinder sekaligus membantu membersihkan lapisan lendir yang menempel. Selain itu, penggunaan air juga mengurangi gesekan antara silinder dan buah kopi, sehingga kulit buah dapat terkelupas dengan baik tanpa merusak atau memecahkan biji kopi.
3. Fermentasi
Setelah pengupasan kulit buah, biji kopi difermentasi untuk menghilangkan lapisan lendir yang masih menempel. Fermentasi membantu menguraikan lendir sehingga biji kopi lebih mudah dicuci dan kualitas rasa tetap terjaga.
Biji kopi dimasukkan ke dalam tangki fermentasi selama 24–36 jam, tergantung suhu dan ketebalan lendir. Proses ini dianggap selesai ketika permukaan biji kopi tidak lagi licin dan terasa lebih kasar.Selama fermentasi, pektin pada lendir akan terurai, sehingga lendir mudah dibersihkan. Hal ini mempermudah proses pencucian, pengeringan, dan pelepasan kulit tanduk pada biji kopi.
4. Pencucian dan Pengeringan
Pencucian dilakukan untuk membersihkan sisa lendir hasil fermentasi yang masih menempel pada biji kopi. Proses ini dapat menggunakan mesin pencuci tipe batch maupun tipe kontinyu.
Setelah dicuci, biji kopi dikeringkan untuk menurunkan kadar air yang awalnya sekitar 60–65 persen menjadi 12–16 persen. Pengeringan dapat dilakukan dengan mesin pengering, penjemuran di bawah sinar matahari, atau kombinasi dari kedua metode tersebut.
5. Pengupasan Kulit Gabah Kopi
Setelah dicuci dan dikeringkan, biji kopi didiamkan hingga 24 jam sebelum digiling. Pengupasan kulit gabah dilakukan untuk memisahkan biji kopi dari kulit tanduk dan kulit ari.
Proses ini menggunakan mesin huller yang menekan biji kopi hingga kulitnya terlepas. Kulit kemudian dikeluarkan, sementara biji kopi yang tersisa menjadi kopi beras.Kopi beras selanjutnya disortasi untuk memisahkan biji berdasarkan ukuran dan menghilangkan kotoran seperti daun atau serpihan kayu. Setelah disortasi, biji kopi dikemas dalam karung goni.
6. Proses Pengolahan Kopi Bubuk
a. Penyangraian (Roasting)
Penyangraian adalah proses memanaskan biji kopi untuk menghasilkan aroma dan rasa. Lama sangrai memengaruhi warna dan rasa kopi, mulai dari sangrai ringan (light roast), sedang (medium roast), hingga gelap (dark roast). Semakin lama disangrai, warna biji kopi semakin gelap.
b. Pendinginan Biji Kopi Sangrai
Setelah disangrai, biji kopi harus segera didinginkan agar proses pemanasan berhenti dan biji tidak gosong. Pendinginan dilakukan dengan kipas atau diaduk di tempat terbuka hingga suhunya turun merata.
c. Penggilingan Biji Kopi Sangrai
Biji kopi yang sudah dingin digiling menjadi kopi bubuk. Ukuran gilingan dapat kasar, sedang, atau halus, tergantung metode penyeduhan. Ukuran bubuk ini memengaruhi rasa dan kekuatan kopi saat diseduh.